Monday, April 2, 2018

Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Perbankan, Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Perusahaan, Pelatihan Sdm Perusahaan

Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Perbankan, Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Perusahaan, Pelatihan Sdm Perusahaan, Training Sdm Perusahaan, Pelatihan Sdm Di Perusahaan,

Dalam sebuah pelatihan SDM di perusahaan, ada yang nyerocos, “Ini urusan bisnis, Mas. Ini urusan politik, Bung. Jangan bawa-bawa agama deh.” Nih orang, akalnya lagi 'hang' hehehe.

Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Perbankan, Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Perusahaan, Pelatihan Sdm Perusahaan, Training Sdm Perusahaan, Pelatihan Sdm Di Perusahaan,

Justru dalam segala aspek, yah agama mesti dibawa serta. Be spiritual! Dalam hidup ini, tak ada satupun aspek yang terlepas dari tinjauan dan fatwa agama. Termasuk hubungan intim suami-istri sekalipun.

Kebayang kalau jalanin bisnis dan politik tanpa mengindahkan rambu-rambu agama? Wong sudah diwanti-wanti sama agama saja, kadang kita masih ngawur dan ngelantur! Apalagi kalau nggak ‘bawa-bawa agama’.

Betul apa betul?

Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Perbankan, Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Perusahaan, Pelatihan Sdm Perusahaan, Training Sdm Perusahaan, Pelatihan Sdm Di Perusahaan,

Sunday, April 1, 2018

Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Perusahaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia Perusahaan, Perencanaan Dan Pengembangan Sdm Di Perusahaan

Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Perusahaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia Perusahaan, Perencanaan Dan Pengembangan Sdm Di Perusahaan, Latihan Dan Pengembangan Sdm Di Perusahaan, Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Di Perusahaan,

Selama beberapa hari, guru-guru TK Khalifah se-Indonesia ikut pelatihan SDM di BSD. Tiga hari, tepatnya. Berkumpul. Berbagi. Bagi saya, ini sungguh menyenangkan. Saya sebagai founder diminta menjadi salah satu narasumber.



Kabar gembira tidak cukup sampai di situ. Ternyata, salah satu sekolah tepian menerima bantuan meja dan kursi. Bersama follower, sama-sama kita jadi relawan dan donatur. Membenahi sekolah tepian di berbagai penjuru tanha air. Alhamdulillah.

To live is to give. Itulah menurut saya. Kalau emas diukur dari karat, maka manusia diukur dari ibadat dan manfaat. Saya harap Anda juga sepakat.

Lebih lanjut, produksi sebesar-besarnya. Konsumsi sekedarnya. Distribusi dan kontribusi seluas-luasnya. Itu baru namanya KAYA. Sekali lagi, itu baru namanya KAYA. Anda sepakat?

Share ya...


Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Perusahaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia Perusahaan, Perencanaan Dan Pengembangan Sdm Di Perusahaan, Latihan Dan Pengembangan Sdm Di Perusahaan, Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Di Perusahaan,

Lembaga Pelatihan Sdm Di Jakarta, Pelatihan Tenaga Kerja Sdm, Perusahaan Training di Jakarta

Lembaga Pelatihan Sdm Di Jakarta, Lembaga Pelatihan Sdm Jakarta, Pelatihan Sdm Di Jakarta, Perusahaan Training Di Jakarta, Pelatihan Tenaga Kerja Sdm,

Di pelatihan dan pengembangan SDM, saya sering menyinggung soal pembelajaran.

"When you find yourself on the side of the majority, it's time to PAUSE and reflect," pesan Mark Twain.

Lembaga Pelatihan Sdm Di Jakarta, Lembaga Pelatihan Sdm Jakarta, Pelatihan Sdm Di Jakarta, Perusahaan Training Di Jakarta, Pelatihan Tenaga Kerja Sdm,

Orang rata-rata alias mayoritas enggan belajar. Sebut saja, malas belajar. Kita hendaknya melakukan yang sebaliknya. Belajar. Berguru. Bermurid.

Jadilah guru dan jadilah murid. Ibaratnya, kita punya orangtua, tapi juga punya anak. Itu sangat menyenangkan. Bisa mengajar dan juga bisa belajar.

Catat ya. Orang yang belajar itu open-minded, awet muda, tidak mudah pikun.

Termasuk, kegiatan menulis. Ketika anda berhasil menangkap seekor kijang, maka ikatlah. Jika tidak, sia-sialah keletihan dan pengorbanan Anda. Menulis itu mengikat ilmu.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.


Lembaga Pelatihan Sdm Di Jakarta, Lembaga Pelatihan Sdm Jakarta, Pelatihan Sdm Di Jakarta, Perusahaan Training Di Jakarta, Pelatihan Tenaga Kerja Sdm,

Saturday, March 31, 2018

Pelatihan Sdm Perusahaan, Pelatihan Sdm Di Perusahaan, Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Pertamina

Pelatihan Sdm Perusahaan, Pelatihan Sdm Di Perusahaan, Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Pertamina, Pelatihan Perencanaan Sdm, Pelatihan Dan Perkembangan Sdm,

Sesekali marah, itu wajar. Tapi kalau sampai dendam, itu tidak wajar. Entah itu kepada rekan kerja maupun kepada atasan.

Para peneliti dari University of California, San Diego, menemukan bahwa orang-orang yang mampu mengelola amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah. Nah lho!

Pelatihan Sdm Perusahaan, Pelatihan Sdm Di Perusahaan, Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Pertamina, Pelatihan Perencanaan Sdm, Pelatihan Dan Perkembangan Sdm,

Dendam itu menutupi rezeki.

Sekiranya kita sadar bahwa dendam itu berdampak buruk terhadap rezeki dan kesehatan kita, tentulah kita akan membuang jauh-jauh sikap negatif ini. Kita pun semakin berhati-hati karena dendam ternyata juga memberangus amal-amal alias membuat hangus amal-amal. Ngeri.

Sudahlah, baiknya maafkan saja.

Pelatihan Sdm Perusahaan, Pelatihan Sdm Di Perusahaan, Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Pertamina, Pelatihan Perencanaan Sdm, Pelatihan Dan Perkembangan Sdm,

Thursday, March 29, 2018

Pelatihan Coaching, Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia, Perusahaan Training Di Jakarta

Pelatihan Coaching, Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia, Perusahaan Training Di Jakarta, Training Perusahaan, Lembaga Pelatihan Sdm,

Mau mapan? Bener-bener mau?

Mesti siap tiga hal:

- Jualan
- Hidup hemat
- Investasi

Soal jualan, kita ambil sebuah contoh. Ia mulai jualan sejak tahun 1985. "Awalnya sulit. Saya disangka jualan agama karena ada label halal. Tapi yang jelas, ide label halal itu berasal dari pesantren," cerita entrepreneur yang juga tamatan pesantren ini. Saat itu masih asing soal label halal.

Pelatihan Coaching, Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia, Perusahaan Training Di Jakarta, Training Perusahaan, Lembaga Pelatihan Sdm,

Mulanya, cuma bisnis rumahan biasa, yang dijual door to door dan salon ke salon. Kesulitan terbesar baginya saat itu adalah mendapatkan trust dari konsumen terhadap produk berlabel halal itu. Sekali lagi, saat itu masih asing.

Namun ia pantang menyerah. Mental baja. Termasuk ketika tempat usahanya terbakar. Musibah ini sempat membuat entrepreneur berdarah minang tersebut terguncang dan ingin berhenti saja jadi pengusaha.

Akan tetapi ia menyadari, jika berhenti maka karyawan-karyawannya akan kehilangan mata pencaharian untuk keluarga mereka. Atas dasar tanggung jawab itulah, dia putuskan untuk kembali berbisnis, mulai dari nol. Ia buang jauh-jauh pikiran negatif. Jualan, bisa! Sukses juga bisa!

Saat ini, ia memiliki dua pabrik dengan 4.500 karyawan. Bahkan saat ini produk-produknya sudah menembus berbagai negara di Asia Tenggara. Namanya Nurhayati, produknya Wardah, omsetnya triliunan. Kalau ngomong merek yang populer, inilah kosmetik berlabel halal pertama di Indonesia. Keren!

Nah, itu tadi soal jualan. Kapan-kapan kita akan bahas hidup hemat dan investasi. Inilah tiga resep untuk mapan alias makmur.


Pelatihan Coaching, Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia, Perusahaan Training Di Jakarta, Training Perusahaan, Lembaga Pelatihan Sdm,